National Geographic

Nyalindung, Burangrang

Lokasi SMA 2 Cimahi

Reduce your environmental footprint
StopGlobalWarming.org

Wednesday, May 20, 2009

WWF: Selamatkan Penyu!

WWF: Selamatkan Penyu! Manado, 13 Mei 2009 09:12Organisasi peduli lingkungan World Wildlife Fund (WWF) meminta lebih banyak dukungan publik untuk pelestarian penyu laut."Beberapa komunitas pesisir telah menunjukkan kesadaran untuk menyelamatkan penyu. Tapi butuh lebih banyak lagi partisipasi masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendukung upaya itu," kata Pemimpin Program Penyu WWF Indonesia Creusa Hitipeuw di area konservasi penyu Kampung Tuloun, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (12/5).Creusa mengatakan, warga Kampung Tuloun yang berada sekitar 70 kilometer dari Kota Manado serta komunitas Jamursba Medi di daerah "kepala burung" Papua merupakan perintis konservasi penyu berbasis masyarakat yang bisa direplikasi di daerah lain.Menurutnya, inisiatif masyarakat di daerah pesisir untuk menyelamatkan penyu tersebut sangat penting dalam upaya konservasi penyu laut. "Kita harus memastikan setiap telur menetas dan setiap tukik hidup. Kehidupan masyarakat pesisir dekat dengan habitat penyu, jadi peran mereka dalam hal ini sangat penting," katanya.Dijelaskan pula, pelestarian penyu mesti dilakukan dengan pendekatan terpadu termasuk diantaranya dengan melindungi area habitat penyu, menekan permintaan daging dan telur penyu dan mengurangi tangkapan sampingan dengan menggunakan alat tangkap yang tepat. "Karena diperkirakan lebih dari 7.700 penyu tertangkap alat pancing atau menjadi tangkapan sampingan dalam penangkapan ikan tuna dengan kapal rawai panjang," tambah Koordinator Tangkapan Sampingan WWF Indonesia, Ahmad Hafizh Adyas.Ahmad mengatakan pihaknya berusaha menyosialisasikan penggunaan alat pancing lingkar kepada penangkap ikan tuna dengan rawai panjang untuk mengurangi penyu yang menjadi tangkapan sampingan.Namun upaya itu belum memperlihatkan hasil memuaskan karena masih sedikit penangkap tuna dengan kapal rawai panjang yang menggunakan alat pancing lingkar.Ahmad berharap pemerintah mendukung upaya itu dengan menerbitkan regulasi untuk meminimalkan interaksi antara penyu dan nelayan penangkap ikan. Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, lanjutnya, diharapkan bisa bekerja bersama untuk mewujudkan industri perikananan yang berkelanjutan. [EL, Ant]

Jalur Baru Kerinci

Wisata Petualangan Solok Selatan Buka Jalur Baru ke Gunung Kerinci
Padang Aro, 13 Mei 2008 10:38Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumbar, membuka akses jalur baru pendakian ke puncak Gunung Kerinci, sebagai upaya memudahkan akses wisatawan petualang ke gunung tertinggi di Sumatera itu.Pembukaan jalur baru itu, satu langkah promosi potensi wisata yang dimiliki Solok Selatan, karena selama ini para pendaki untuk menuju Gunung Kerinci dari Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, kata Kepala Seksi Promosi pada Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya, Solok Selatan, Desrial, di Padang Aro, Senin.Dia menjelaskan, jalur alternatif tersebut dapat di tempuh dari kebun teh Sungai Lambai, Kecamatan Sangir Utara, Solok Selatan, diperkirakan lebih dekat jaraknya (sekitar 11 jam), ketimbang bertolak dari Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.Guna menjaga keamanan para pendaki, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait lainnya, guna membentuk tim SAR sehingga jalur pendakian baru ini bisa dikendalikan dengan baik.Jalur baru itu, dikerjakan mulai tahun 2006 sampai 2007, juga akan berfungsi sebagai kontrol kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Solok Selatan.Lebih lanjut dijelaskannya, para wisatawan saat menempuh jalur baru menuju puncak Gunung Kerinci tersebut, bisa terlebih dahulu menikmati argowisata yang luar biasa berupa hamparan kebun teh PTP VIII.Jalur pendakian itu, mulai dari kebun teh Blok E Mitra Kerinci yang berada di Sungai Lambai, Sangir Utara dan menghabiskan waktu tempuh dua jam dari pintu rimba ke Camp I.Pada pintu rimba bisa tempat Camping untuk tujuh tenda dan sekitar 300 meter dapat ditemukan sumber air berupa anak sungai.Selain itu, kalangan pendaki juga bisa memanfaatkan pipa air yang ada di pemukiman Blok E PTP Mitra Kerinci (PTP VIII) dengan jarak tempuh sekitar 150 meter.Dari camp I ke camp II menghabiskan jarak tempuh lebih kurang 1,5 jam juga dapat digunakan untuk lima sampai tujuh tenda dan sumber air berupa sungai dan pada jalur koordinat 460:1565 juga ditemukan sumber air.Pendaki untuk mencapai camp III bisa menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam yang memungkinkan untuk lima tenda dengan sumber air berupa aliran sungai kecil berjarak tempuh menurun lebih kurang 50 meter (tidak terlalu curam).Desrial menjelaskan, untuk jarak tempuh camp III ke IV sekitar satu jam, tetapi perlu pembenahan jalur dalam jangka panjang karena ada tanjakan yang sangat curam.Jarak camp IV ke V menghabiskan waktu tempuh sekitar tiga jam dan hanya memadai sekitar enam tenda dome dengan sumber air lebih kurang berjarak 50 m berupa mata air pada cerukan.Sedangkan camp V ke titik terakhir waktu tempuh sekitar 1,5 jam dan memadai untuk dua-tiga tenda dome dan tim perintis jalur pendakian belum menemukan sumber air di camp ini.Pada camp ini jalurnya cukup bervariasi dan terkadang harus dilalui dengan merangkak serta pada medan yang di tempuh akan ditemui pohon contigi yang sangat rapat.Jalur camp V sampai titik terakhir, juga banyak ditemukan bunga Adelwis dan bunga padi setelah melewati vegitasi pohon cotigi, berikutnya akan ditemui cadas bebatuan.Desrial mengatakan, dengan dibukan jalur untuk pencinta alam, satu bentu mempermudah pengunjung untuk menikmati wisata alam di Kabupaten Solok Selatan.Upaya menggencarkan promosi dan pemetaan potensi obyek wisata, kata dia, terus dilakukan sehingga bisa menarik banyak wisatawan domestik dan mancanegara ke daerah yang kaya potensi pariwisata itu. [TMA, Ant]

Asap Krakatau Membumbung 600 Meter

Serang, 17 Mei 2009 16:08Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, tampak jelas dari Pantai Anyer dan Carita. Asap membumbung hingga ketinggian sekitar 600 meter sepanjang hari Minggu (17/5).Petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Cahya menyebutkan selama dua hari terakhir ini asap Anak Krakatau tampak jelas di pesisir pantai Anyer dan Carita berjarak 42 kilometer.Sebelumnya, kondisi Anak Krakatau tertutup kabut tebal akibat cuaca buruk. Letusan asap membumbung tinggi dan berwarna putih kelabu.Bahkan, sepanjang Minggu dinihari Gunung Anak Krakatau mengeluarkan lontaran batu pijar hingga terlihat kemerah-merahan.Dia menyebutkan, aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau Sabtu (16/5) pukul 18.00 sampai 24.00 WIB tercatat sebanyak 36 kali terdiri dari vulkanik A (dalam) 6 kali, letsuan 27 kli, tremor 2 kali, dan tremor harmonik 3 kali.Sedangkan, suara dentuman Anak Krakatau hingga terdengar ke Pantai Anyer sebanyak 52 kali."Selama ini aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau antara 600 sampai 700 kali," katanya.Sejauh ini kondisi Gunung Anak Krakatau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Bandung, Jawa Barat, dinyatakan tetap di koridor "siaga" atau level III."Sampai saat ini pengunjung dan nelayan dilarang mendekati kawasan gunung karena masih mengeluarkan lontaran bebatuan pijar juga asap yang bisa membahayakan nyawa orang," jelasnya.Sementara itu, Jaka (30) pengunjung obyek wisata Pantai Carita, mengaku dirinya sejak pukul 12.00 sampai 13.00 WIB melihat jelas kepulan asap Gunung Anak Krakatau, meskipun kondisinya pada siang hari.Karena itu, dirinya bersama tiga teman lainya malam nanti rencana ingin melihat semburan lontaran batu pijar dari perut Gunung Anak Krakatau."Saya kira aktivitas Gunung Anak Krakatau menarik juga jika pada malam terlihat lontaran batu pijar berwarna kemerahan," ujarnya. [TMA, Ant]

Anak Rinjani Semburkan Bola Api

Anak Rinjani Semburkan Bola Api

Mataram, 19 Mei 2009 12:58
Gunung Barujari (anak Gn Rinjani) yang berketinggian 2.376 meter dpl, Minggu (17/5) pukul 17.00 Wita, menyemburkan bola api atau stromboli setinggi 3.300 meter dari pusat letusan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, Ir. Heryadi Rachmat kepada wartawan di Mataram, Senin (18/5), mengatakan, semburan api dari gunung di Pulau Lombok, NTB itu, berlangsung sekitar 30 menit, dan mengarah ke Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Karena itu, pendakian melalui jalur Pelawangan ditutup untuk sementara.

"Menurut laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api di Aktivitas Gunung Barujari yang sebelumnya sempat turun kini kembali baik, selain menyemburkan bola api, juga terjadi gempa tektonik, tremor dan harmoni.

Ia mengatakan hingga kini Gunung Barujari masih terjadi tremor dengan amplitudo 36 dan semburan abu yag mengarah ke Sembalun.

"Karena itu kepada para pendaki diimbau agar untuk sementara tidak melakukan pendakian terutama melalui jalur Pelawangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Setelah tidak ada aktivitas selama beberapa tahun, Gunung Barujari yang merupakan anak Gunung Rinjani meletus dengan menyemburkan abu pada Minggu (3/5) sekitar pukul 05.50 WITA.

Selama periode 1944-2009 Gunung Rinjani dan dua gunung baru yang muncul di kaldera gunung api tersebut, yakni Gunung Barujari dan Gunung Rombongan telah beberapa kali meletus.

Pada 1944 letusan gunung tersebut menimbulkan lava di danau Segara Anak, kemudian 1966 kembali terjadi letusan yang berpusat di Gunung Barujari ke arah selatan.

Letusan dari Gunung Barujari tersebut menyemburkan abu cukup tebal, bahkan abunya sampai di Mataram dan aliran lava ke arah utara kemudian masuk ke dalam danau.

"Akibat banjir bandang di Kokok Tanggek, Lombok Timur yang membawa lava dari danau Segara Anak, telah menelan 31 korban jiwa warga di Aikmel, Lombok Timur," katanya.

Pada 2004 kembali terjadi letusan yang berpusat di lereng timur Gunung Barujari serta letusan-letusan selanjutnya hingga 2 Mei 2009. [TMA, Ant]

Wednesday, April 29, 2009

Friday, April 24, 2009

Data Base JW Update!!

Data Base ANggota JW sudah jadi, (sementara data dari sumber : Pendataan Sdr. Teguh Riyadi, JW.91.0110.EG). data ini juga untuk list / daftar anggota untuk kegiatan pemesanan kaos. tim pembuatan kaos dan tata cara nya akan disampaikan oleh koordinator utama, sdr angga goank, JW.97.0186.TA, menyusul.untuk confirm pemesanan lewat group ini dan admins akan mengupdate di data base yg suah dibuat.

bagi angkatan/anggota yang belum masuk data base harap disampaikan biar segera dimasukkan, termasuk data yang salah.

Data Base JW Terbaru bisa didownload di milist JW dan langsung untuk Join di milist tersebut :

http://groups.yahoo.com/group/cpajayawijaya/files/

Memo : harap diverifkasi untuk alamat lengkap, nmr tlpn dan HP, email, dan keterangan lainnya.

Thursday, April 2, 2009

Cimahi GO!!! Get Adipura !!

CIMAHI, (PRLM).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bertekad meraih Piala Adipura, sebagai penghargaan kota terbersih. Menurut rencana, penilaian terhadap Kota Cimahi akan dilakukan pada tangga 6 April 2009. Menjelang penilaian tersebut, Pemkot Cimahi yang melibatkan masyarakat telah melakukan berbagai pembenahan.

Kesibukan terlihat di sejumlah jalan protokol. Selain menertibkan bangunan-bangunan liar, Pemkot Cimahi juga gencar melakukan penghijauan dengan menanam sejumlah ratusan tanaman hias. Beberapa petugas dari Dinas Penyehatan Lingkungan dan Kebersihan Kota Cimahi masih sibuk mengisi pot-pot yang sudah dibangun di sejumlah jalan protokol.

Masyarakat Cimahi juga diharapkan untuk bisa menjaga dan memelihara pohon yang sudah ditanam. Di antara jalan yang kini terlihat hijau dan indah, yakni Jalan Gandawijaya. Sepanjang jalan itu, sudah ditanami pohon-pohon yang berbunga. (A-189/A-147)***CIMAHI, (PRLM).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bertekad meraih Piala Adipura, sebagai penghargaan kota terbersih. Menurut rencana, penilaian terhadap Kota Cimahi akan dilakukan pada tangga 6 April 2009. Menjelang penilaian tersebut, Pemkot Cimahi yang melibatkan masyarakat telah melakukan berbagai pembenahan.

Kesibukan terlihat di sejumlah jalan protokol. Selain menertibkan bangunan-bangunan liar, Pemkot Cimahi juga gencar melakukan penghijauan dengan menanam sejumlah ratusan tanaman hias. Beberapa petugas dari Dinas Penyehatan Lingkungan dan Kebersihan Kota Cimahi masih sibuk mengisi pot-pot yang sudah dibangun di sejumlah jalan protokol.

Masyarakat Cimahi juga diharapkan untuk bisa menjaga dan memelihara pohon yang sudah ditanam. Di antara jalan yang kini terlihat hijau dan indah, yakni Jalan Gandawijaya. Sepanjang jalan itu, sudah ditanami pohon-pohon yang berbunga. (A-189/A-147)***

Sunday, March 29, 2009

RED CLIFF OUTDOOR EQUIPMENT

Menyediakan perlengkapan outdoor. Produk utama kami, Jacket, Celana, T-Shirt, Topi, Tas, serta menerima pula pemesanan perlengkapan-perlengkapan outdoor baik lokal maupun import.Untuk informasi yang lebih jelas, silakan menghubungi contact person atau e-mail. Contact Person Fajar : 081221014222 E-mail: Redcliffgear@yahoo.com.
Be part of the solution. Support WWF today  Working together for a living planet Send a free WWF ecard Find out more about endangered species